10.2.12

Sinar Matahari Penyebab Migrain, Benarkah?

Sinar Matahari Penyebab Migrain, Benarkah?

by:
0 Yemima Lintang KhastitiYEMIMA LINTANG KHASTITI Posted on 8 February 2012

Matahari bisa jadi musuh kulit para perempuan, atau sebaliknya, justru jadi sahabat yang dicari untuk membakar kulit agar jadi lebih cokelat (tanning). Sekadar untuk alasan kecantikan. Padahal, matahari punya manfaat lain yang tak kalah penting. Apa itu? Read on!

Bagi para penderita migrain, sinar matahari yang menyilaukan terasa sangat menyiksa. Lantas, kita pun akan bersembunyi ke ruang tertutup. Tapi, tahukah kamu kalau bersembunyi dari sinar matahari tidak menyelesaikan masalah? Sebaliknya, migrain akan semakin lama bertamu di kepalamu.

migrain



Dr. Achmad Nugroho yang bertugas di RSI Yarsis Surakarta mengutarakan bahwa rasa nyeri akibat migrain bisa sampai ke leher dan bahu, serta menyebar ke wajah. Secara umum, penderita migrain merasakan nyeri pada satu sisi kepala, sering pula sampai ke belakang mata. Gejala lain yang menyertai migrain biasanya mual dan muntah, peka terhadap sinar, suara, dan bau. Sementara itu penyebab migrain, salah satunya, adalah karena vitamin D yang dihasilkan tubuh rendah, sementara sinar mataharilah yang mampu membantu pembentukan vitamin D.

Banyak bukti yang menunjukkan kalau rendahnya vitamin D menyebabkan tulang lemah (rakhitis), bahkan mempengaruhi hampir semua sistem tubuh, termasuk otak. Inilah yang akhirnya menyebabkan migrain. Pertemuan American Headache Society kian menegaskan kesimpulan bahwa 40 persen penderita migrain memiliki kadar vitamin D rendah. Hal ini pun dibenarkan dalam Journal of Headache Pain. Penderita migrain mayoritas adalah penduduk yang tinggal di daerah dengan garis lintang tinggi. Jadi, pola migrain dapat dipengaruhi musim, dan migrain lebih banyak menyerang orang-orang yang tinggal di tempat yang kurang terkena sinar matahari dan kurang kadar vitamin D.

berjemur

Adakah bahaya lain dari kekurangan vitamin D? Ternyata banyak: flu, diabetes, jantung, kanker, adalah beberapa di antaranya. Cara mencegahnya hanya dengan meningkatkan sistem imun tubuh dengan mendongkrak vitamin D yang ada dalam tubuh.

Terjebak di dalam ruangan sepanjang hari, berpakaian tertutup, atau rutin memakai krim tabir surya juga menyulitkan tubuh membentuk vitamin D, lho. Jadi, ada untungnya,kan, berpanas-panasan di jalan. Jangan jadikan matahari momok menakutkan yang selalu dihindari.

Untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh, selain berjemur, kamu juga bisa dengan mengonsumsi susu; jamur; dan salmon, tuna, atau ikan berlemak lainnya. Lemak ikan juga bisa diperoleh dari hati dan minyak ikan. Jus buah dan yoghurt yang kaya vitamin D pun bisa kamu jadikan menu harianmu.

Lalu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk berjemur setiap harinya agar kamu tak kekurangan vitamin D? Selama musim panas kamu bisa berjemur antara jam 11.00–15.00, luangkan waktumu 10 sampai 15 menit untuk bertemu langsung dengan matahari tanpa perantaraan krim tabir surya.

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com